Pentingnya Memberikan Susu Pertumbuhan Balita Untuk Si Kecil

Tentu Anda sudah sering mendengar atau membaca informasi tentang pentingnya susu pertumbuhan balita. Hal ini benar adanya sebab susu memiliki semua nutrisi yang dibutuhkan si kecil dalam fase pertumbuhan dan perkembangannya. Bayi harus diberi ASI eksklusif sejak usia 0 hingga 6 bulan. Namun jika Anda bisa memberikan ASI sampai anak berusia 2 tahun, maka ini jauh lebih baik.

Tapi apabila tidak bisa memberikan ASI hingga anak berusia 2 tahun, Anda bisa memberikan susu formula sebagai pelengkap nutrisi yang dibutuhkan tubuh si kecil. Walaupun pada usia di atas 6 bulan bayi sudah mulai dikenalkan dengan makanan padat, Anda harus tetap memberikan susu pertumbuhan balita untuk si kecil.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Dr. Fiastuti Witjaksono MS, SpGK dimana beliau mengatakan bahwa susu dibutuhkan anak bukan hanya ketika anak masih berusia bayi, lebih dari itu anak harus tetap dianjurkan minum susu bahkan sampai anak berusia dewasa nanti. Sebab susu memiliki kandungan dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Manfaat Susu Bagi Pertumbuhan Balita

Saat si kecil masih bayi (baru lahir), ASI diberikan guna mendukung pembentukan dan membantu perkembangan otak dan fisiknya. Pada periode ini akan dianjurkan untuk mendapatkan ASI ekslusif selama 6 bulan. Selebihnya jika Anda bisa tetap memberikan ASI, maka ASI lebih dianjurkan. Namun jika tidak, opsi lainnya adalah dengan memberikan susu formula untuk anak. Tujuannya adalah supaya pertumbuhan tulang si kecil bisa optimal.

Sedangkan untuk anak-anak maupun remaja, disamping bermanfaat mendukung pertumbuhannya, susu berperan untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Sementara untuk orang dewasa atau lansia, susu memiliki andil dalam menjaga kepadatan tulang. Inilah mengapa susu harus tetap diberikan sekalipun usia anak terus bertambah.

Kandungan Pada Susu Pertumbuhan Balita

Berbicara mengenai susu pertumbuhan balita sepertinya tidak lengkap jika Anda tidak turut mencari tahu kandungan yang dimiliki susu tersebut. Susu adalah sumber protein tertinggi dan sangat dibutuhkan tubuh.  Kandungan asam amino esensial yang dimiliki susu juga berperan dalam membentuk protein dalam tubuh. Apabila anak dibiasakan minum susu sejak dini, maka kesehatan jantung si kecil akan lebih terjaga. Selain itu susu juga memiliki kandungan fosfor, kalsium, dan magnesium yang memiliki andil dalam pertumbuhan tulang dan gigi.

Bukan hanya itu saja, susu juga mengandung banyak vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin-vitamin tersebut diantaranya: vitamin C, B1, B2, B6, B12 dan asam folat. Inilah mengapa banyak dokter yang menyarankan agar anak berusia lebih dari 2 tahun sebaiknya diberikan 3 sampai 4 gelas susu sebagai pendamping makanan beratnya.

Setelah mengetahui manfaat dan kandungan yang dimiliki susu, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat memilih susu formula sebagai pendamping ASI maupun sebagai nutrisi utama bagi si kecil.

  1. Pilih susu formula sesuai usia anak

Nutrisi yang dibutuhkan bayi baru lahir dan anak berusia 2 tahun tidaklah sama. Itu artinya pemberian susu formula pun harus disesuaikan dengan si kecil. Sebab seiring pertambahan usianya, nutrisi dan gizi yang harus dipenuhi juga bertambah banyak.

  1. Bentuk susu formula

Produk susu formula yang sering dijumpai adalah susu formula bubuk, cair dan semi cair. Dalam hal ini Anda disarankan memilih susu formula bubuk. Susu formula bubuk mempunyai tingkat kandungan BPA yang lebih rendah daripada jenis produk susu formula lainnya. Apabila anak masih bayi, usahakan untuk tidak memberikan susu sapi kepada anak, sebab kandungan yang dimiliki susu sapi belum dapat dicerna oleh bayi. Namun apabila anak sudah mendapatkan MPASI, Anda baru boleh memberikan susu sapi pada anak.

  1. Perhatikan takaran yang tepat

Saat membeli susu formula, biasanya pada kemasan susu terdapat cara penyeduhan susu berikut takaran yang dianjurkan. Untuk itu pastikan Anda mengikuti aturan tersebut tanpa menambah atau mengurangi takaran yang disarankan. Jangan membuat susu yang terlalu encer atau kental. Ini tidak baik untuk pencernaan si kecil.

  1. Perhatikan kebersihan

Selain hal-hal di atas Anda juga harus memperhatikan betul tingkat kebersihan botol susu yang nantinya akan dijadikan tempat susu formula yang sudah dibuat. Selalu ingat bahwa si kecil akan meminum susu dari botol susu tersebut, jadi pastikan Anda membersihkan botol susu dengan tepat agar botol benar-benar steril.

Demikian tadi ulasan tentang betapa pentingnya susu pertumbuhan balita. Setelah membaca artikel ini, Anda sebagai ibu diharapkan dapat memberikan susu meskipun anak sudah disapih. Selain itu susu formula juga dapat dijadikan sebagai pendamping ASI apabila produksi ASI Anda kurang lancar. Apapun itu, upayakan untuk memberikan yang terbaik untuk si kecil.